Rabu, 25 Maret 2015

Sempurna

dipost oleh e_vita_rumii di 02.33 0 masukan

Sungguh, malu rasanya ketika memimpikan kamu jadi suamiku. Aku tahu kamu sedari dulu, ketika aku tak paham akan semua ini lalu mengganggapmu lelaki paling menyebalkan. Saat ini justru aku lah yang menyebalkan, menginginkan kamu yang jelas jauh diatas aku. Jika jodoh adalah cerminan, mungkin cerminanmu bukanlah aku, cerminanku juga bukan kamu.

Malu rasanya.

Tapi jelas aku memimpikan masa depan yang jauh lebih baik dari sekarang, dengan pemahamanmu akan Agama yang sangat baik itulah yakin masa depan kan lebih bahagia dan membawa perubahan untukku dan keluargaku.

Kamu,

Maaf jika tak berkenan dengan doa-doaku yg memintamu menjadi pendampingku.
Aku janji akan terus berusaha memperbaiki diri agar dinilai pantas mendampingimu, agar dinilai pantas melahirkan generasi penerus seshaleh dirimu.

Aku memujimu di setiap ujung doaku.
Mudah-mudahan Allah mengizinkan.

Bandung, ditemani rintikan hujan.

 

Dear Diary Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review