Di umur sekarang. Saat kepala sepi belaian lembut orang tua. Saat tak bisa lagi merengek-rengek padahal banyak hal yg ingin dicurahkan lewat itu. Saat air mata lebih dahulu kering sebelum mengalir menjamah pipi. Saat tangan dan kaki tak lagi beriringan dgn sahabat tercinta. Saat hanya diri kita yang mampu mengerti kita. Saat itulah terkadang sepi dan sendiri menuntun kita untuk lebih baik mati.
Kalian pernah ingin mati saja? Aku pernah. Bahkan berkali-kali menginginkan hal itu terjadi padaku. Sebabnya adalah aku yang putus asa aku yang..... Aku yang.... Ah sudahlah.
Tapi coba diam di jalanan pandangi keramaian...lalu pergi ke bagian sepi hati kita lihat ke langit yg membiru.
Berpegangan tangan kanan dan kiri sampai telapaknya terasa beradu.
Rasakan tiap hembusan nafas, tiap ayunan kaki, rasakan angin semilir yang mengusap lembut wajah kita.
Rasakan
Rasakan
Rasakan
Rasakan bahwa yg paling berharga di dunia ini adalah hidup.
Sangat berharga.
Sangat. Sangat.
Sampai tiba waktunya fase bersama kembali ada. Bersama jodoh yang telah dipilihkan Sang Maha Kekal..berbahagia sampai ingin hidup berabad-abad.
Hingga takdir jatuh lagi. Memisahkan. Mempertemukan kembali dengan sepi.
Hingga bertemu dengan ramai yang abadi di Surga NYA.
Bersabarlah ini fase hidup.
.jpg)
0 masukan:
Posting Komentar